Gambaran Penyebab Kekosongan Obat dan Upaya Pengendaliannya di Gudang Obat IFRS RSUD Kraton Tahun 2019

  • Diana Athoillah Lestari UMPP
  • ST Rahmatullah
  • Fitriyani Fitriyani
Keywords: Medicine, drug vacancy, control

Abstract

Pelayanan Kefarmasian merupakan salah satu pelayanan yang sangat penting di suatu rumah sakit, salah satunya dalam melakukan ketersediaan obat. Pengelolaan persediaan obat yang kurang baik dapat berakibat pada jumlah stok obat yang tersedia, hal ini akan berakibat menurunkan kualitas dari rumah sakit dan menurunkan pendapatan dari rumah sakit, selain itu dapat berakibat pada tingkat kualitas hidup pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penyebab kekosongan obat dan untuk mengetahui upaya pengendalian di RSUD Kraton Tahun 2019. Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pengambilan data menggunakan wawancara secara mendalam berdasarkan teknik purposive sampling.Faktor yang menyebabkan terjadinya kekosongan obat yaitu waktu tunggu obat yag berbeda-beda, kekosongan dari distributor. Upaya pengendalian dilakukan stok opnam 1 bulan sekali

References

Araar, Abdelkrim dan Duclos, Jean- Yves. 2012. User Manual DASP Version 2.2. DASP: Distributive Analysis Stata Package. Université Laval. PEP. CIRPÉE dan World Bank.

Badan Pusat Statistik, Beberapa Terbitan. Data dan Informasi Kemiskinan Buku 2: Kabupaten/kota, Jakarta.

Bourguignon, F. 2004. The Poverty- Growth-Inequality Triangle. The World Bank, Washington, DC.

Hajiji, Ajid. 2010. “Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan, dan Kemiskinan di Propinsi Riau”. Tesis. IE-IPB, Bogor.

Haughton, J dan Khandker, S.R. 2009. Pedoman Tentang Kemiskinan Dan Ketimpangan. Alih bahasa. Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Kakwani, N dan Pernia, Ernesto M. 2000. “What is Pro Poor Growth?”. Asian Development Review;18(1).

Kakwani, N dan Son, H.H. 2006. “Pro-poor Growth: The Asian Experience”. Research Paper. UNU-WIDER, No.2006/56, Brasilia.

Kakwani, N dan Son, H.H. 2008. “Poverty Equivalent Growth Rate”. Review of Income and Wealth; 54:643-655.

Laksani, C.S. 2010. Analisis Pro- Poor Growth Di Indonesia Melalui Identifikasi Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan. [Tesis]. FE-UI, Jakarta.

Lopez, J.H. 2011. “Pro-poor Growth: a review of what we know (and of what we don’t)”. The World Bank.

Mar’atis, Atik. 2011. “Pro-Poor Growth Tingkat Provinsi Di Indonesia”. Tesis. IE-IPB, Bogor.

Ravallion, M. dan S. Chen. 2001. “Measuring Pro-poor Growth”. Economic Letters;78(1):93-99.

Son, H. H. 2007. “Interrelationship between Growth, Inequality, dan Poverty: The Asian Experience”. Asian Development Review, Vol. 24, No. 2, pp. 37-63. Suparno. 2010. “Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan: Studi Pro Poor Growth Policy di Indonesia”. Tesis. IE-IPB, Bogor.

Widodo, Tri. 2006. Perencanaan Pembangunan: Aplikasi Komputer (Era Otonomi Daerah). UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Wodon, Quentin. T. 1999. “Between Group Inequality and Targeted Transfers”. Policy Research Working Paper. The Wold Bank.

Published
2021-10-20
How to Cite
Lestari, D., Rahmatullah, S., & Fitriyani, F. (2021). Gambaran Penyebab Kekosongan Obat dan Upaya Pengendaliannya di Gudang Obat IFRS RSUD Kraton Tahun 2019. Kajen: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pembangunan, 5(02), 89-96. https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv5i02.2