Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Partisi Metanol dan Partisi n-Heksan daun Ketapang (Terminalia Catappa L.)Terhadap Metanol Staphylococus aureus ATCC 25923 PK/5

Authors

  • Mumtaz Alfiy Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Wulan Agustin Ningrum Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • S Slamet Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • Yulian Wahyu Permadi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv7106

Keywords:

ketapang leaf, antibacterial, staphylococus aureus, microba

Abstract

Abstrak

Tanaman Ketapang  (Terminalia Catappa L.) adalah tanaman obat yang dapat digunakan sebagai obat tradisional pemanfaatan dari tanaman obat ini yaitu pada daunnya. Pada daun ketapang terdapat kandungan flavonoid, alkaloid, tannin, triterpenoid, steroid, resin, saponin, kuinon, dan fenolik. Senyawa tanin dan flavonoid daun ketapang diduga bersifat sebagai antibakteri. Antibakteri adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak, partisi methanol dan partisi n-Heksan daun ketapang (Terminalia Catappa L.). Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri dengan metode sumuran. Data yang diperoleh berupa diameter zona hambat kemudian dianalisa mengunakan One way ANOVA. Ekstrak daun ketapang Partisi n-Heksan, partisi Methanol dan ekstrak daun Ketapang (Terminallia Catappa L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococus aureus ATCC 25923 PK/5 dengan konsentrasi hambat minimum (KHM)  sebesar 30%. Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai uji daya hambat daun ketapang terhadap bakteri lainnya serta diimplementasikan pada sediaan topikal

 

References

Activity of Terminalia catappa. Iranian Journal of Pharmacology and Therapeutics, 4(1), 36–40.

Afnizar, M., Mahdi, N., & Zuraidah. (2016). Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Prosiding Seminar Nasional Biotik.

Ahmed, S. M., Swamy, V., Dhanapal, P. G. R., & Chandrashekara, V. M. (2005). Antidiabetic activity.

Amalia, S., Wahdaningsih, S., & Untari, K. E. (2014). Uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus Britton & Rose) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923. Universitas Tanjungpura.

Bandiola, T. M. B. (2018). Extraction and qualitative phytochemical screening of medicinal plants: A brief summary. International Journal of Pharmacy, 8(1), 137–143.

Djide, M. N., Sartini, & Kadir, S. H. (2006). Analisis mikrobiologi farmasi. Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Hasanuddin.

Dwingga. (2015). Pemanfaatan daun ketapang menjadi zat warna alami tekstil dengan menggunakan variasi pelarut. Skripsi, Politeknik Negeri Sriwijaya.

Garrity, G. M., Bell, J. A., & Lilburn, T. G. (2004). Taxonomic outline of the prokaryotes (2nd ed.). Springer.

Hapsari, M. E. (2015). Uji aktivitas antibakteri ekstrak herba meniran (Phyllanthus niruri) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus dan Escherichia coli. Skripsi, Universitas Sanata Dharma.

Heyne, K. (1987). Tumbuhan berguna Indonesia II. Badan Litbang Departemen Kehutanan.

Hunt, C. (1988). The encyclopedia dictionary of science. Equinox.

Katno, & Pramono, S. (2008). Tingkat manfaat dan keamanan tanaman obat tradisional. Fakultas Farmasi UGM.

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Farmakope herbal Indonesia (Edisi I).

Lin, Y., Kuo, Y., Shiao, M., Chen, C., & Ou, J. (2000). Flavonoid glycosides from Terminalia catappa L. Journal of the Chinese Chemical Society.

Munira, et al. (2018). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia catappa L.). Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 1(2), 8–13.

Nursiyah. (2013). Studi deskriptif tanaman obat tradisional. Skripsi, Universitas Negeri Semarang.

Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S. (2008). Dasar-dasar mikrobiologi. UI Press.

Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi farmasi. Erlangga.

Purwanti, S., Lumowa, S. V. T., & Samsurianto. (2017). Skrining fitokimia daun saliara (Lantana camara L.). Jurnal Kimia, 153–158.

Rahayu, N. (2019). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pagoda (Clerodendrum paniculatum L.). Skripsi, Institut Kesehatan Helvetia.

Saroja, M., Santhi, R., & Annapoorani, S. (2011). Antioxidant activity of phenolic of Terminalia catappa. Journal of Advanced Scientific Research, 2(3), 70–72.

Satiova, I. (2017). Aktivitas antimikroba dan antioksidan tanaman belimbing wuluh.

Setyowati, W. A. E., Ariani, S. R. D., Ashadi, M. B., & Rahmawati, C. P. (2014). Skrining fitokimia kulit durian. Prosiding Seminar Nasional Kimia.

Siswandono, & Soekardjo, B. (2000). Kimia medisinal (Jilid 2). Airlangga University Press.

Tampemawa, P. V., Pelealu, J. J., & Kandou, F. E. F. (2016). Uji efektivitas ekstrak daun ketapang terhadap bakteri Bacillus amyloliquefaciens. Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(1).

Tarukbua, Y. S. F., Edwin, D. Q., & Widdhi, B. (2018). Skrining fitokimia dan uji toksisitas daun brotowali. Jurnal Farmasi.

Thomson, L. A. J., & Evans, B. (2006). Terminalia catappa (tropical almond). PAR.

Wijaya, D. P., Paendong, J. E., & Abidjulu, J. (2014). Skrining fitokimia dan uji antioksidan daun nasi. Jurnal MIPA UNSRAT, 3(1), 11–15.

Downloads

Published

30-04-2026