Penilaian Keterkaitan Kerentanan Sosial Terhadap Kapasitas Masyarakat Pada Bencana Banjir Rob Di Kecamatan Wonokerto

Authors

  • Andira Aulia Kartyasa Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv8i01.01.1

Keywords:

kerentanan sosial, kapasitas masyarakat, banjir rob, korelasi pearson

Abstract

Bencana banjir rob merupakan bencana yang kerap melanda daerah pesisir pantai, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Hal yang memicu fenomena tersebut adalah kenaikan permukaan air laut per tahun mencapai 6 – 10 mm dan kegiatan penyedotan air tanah yang berakibat pada penurunan muka tanah sebesar 20 cm tiap tahunnya. Kecamatan Wonokerto menjadi salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana banjir rob yang tinggi. Pada periode 2022-2023, tercatat lima kali kejadian banjir rob yang berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan setempat. Dampak tersebut berhubungan erat dengan tingkat kerentanan sosial di Kecamatan Wonokerto. Sementara itu, kecamatan tersebut memiliki dua desa binaan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk dikembangkan menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Penelitian ini dilakukan untuk menilai keterkaitan kerentanan sosial terhadap kapasitas masyarakat di Kecamatan Wonokerto sebagai salah satu referensi dalam mengurai masalah bencana banjir rob. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan analisis skoring/pembobotan, analisis spasial, dan korelasi pearson. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk di Kecamatan Wonokerto termasuk tinggi dengan rasio kelompok rentan dan penduduk disabilitas dalam kategori sedang dan rendah. Analisis kerentanan sosial menunjukkan nilai sedang (0,334-0,667), sedangkan kapasitas masyarakat di Desa Pecakaran cukup baik dan Desa Api Api serta Desa Wonokerto Kulon memiliki kapasitas yang baik. Analisis korelasi pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat (0,572). Di sisi lain, nilai signifikansi (0,612 > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kerentanan sosial terhadap kapasitas masyarakat pada bencana banjir rob di Kecamatan Wonokerto.

References

Anugrah, G. T. P., Sjaf, S., & Hermansah, T. (2023). Analisis kesenjangan digital tingkat pertama dan daya beli komunikasi kelas sosial di Desa Semplak Barat Kabupaten Bogor. Journal of Industrial Engineering & Management Research, 4(6), 1–13.

Bernardi, R. (2022). Banjir rob genangi 8 desa di Kabupaten Pekalongan. Detik.com. [https://www.detik.com/jateng/berita/d-6439086/banjir-rob-genangi-8-desa-di-kabupaten-pekalongan](https://www.detik.com/jateng/berita/d-6439086/banjir-rob-genangi-8-desa-di-kabupaten-pekalongan)

Bungkolu, I. P., Rumagit, G. A. J., & Kaunang, R. (2017). Analisis kerentanan kawasan permukiman pada kawasan rawan banjir di bagian hilir Sungai Sario. Agri-Sosioekonomi, 13(3A), 119–128.

Choirunisa, A. K., & Giyarsih, S. R. (2016). Kajian kerentanan fisik, sosial dan ekonomi pesisir. Universitas Gadjah Mada.

Creswell, J. W. (2010). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Pustaka Pelajar.

Donie, S., & Jariyah, N. A. (2017). Kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko bencana tanah longsor: Kasus di beberapa desa di Kabupaten Tasikmalaya. Department of Geography, Muhammadiyah Surakarta University.

El-Fath, D. D. I., Atmodjo, W., Helmi, M., Widada, S., & Rochaddi, B. (2022). Analisis spasial area genangan banjir rob setelah pembangunan tanggul di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Indonesian Journal of Oceanography, 4(1), 96–110.

Fandari, R. F. D., & Nindita, V. (2021). Adaptasi rumah tinggal terhadap pengaruh rob di Desa Api-Api Kabupaten Pekalongan. Department of Technology and Information, PGRI Semarang University.

Habibi, M., & Buchori, I. (2013). Model spasial kerentanan sosial ekonomi dan kelembagaan terhadap bencana Gunung Merapi. Jurnal Teknik PWK, 2(1), 1–10.

Huns, D. R. (2023). Kajian kerentanan sosial penduduk Pulau Pasaran terhadap bencana banjir rob. Universitas Lampung.

Irham, A. R., & Putri, R. M. (2023). Kepadatan penduduk terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Lampung. Media Komunikasi Geografi, 24(1), 91–100.

Jaswadi, R. R., & Hadi, P. (2016). Tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko banjir di Kecamatan Pasarkliwon Kota Surakarta. Majalah Geografi Indonesia, 26(2), 119–149.

Khusamuddin, M. S., Astutik, S., Kurnianto, F. A., Mujib, M. A., & Nurdin, E. A. (2023). Analisis tingkat kerentanan ekonomi pada wilayah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Majalah Pembelajaran Geografi, 6(2), 248–261.

Malthuf, M. (2023). Analisis tingkat kerentanan sosial penduduk terhadap bencana gempabumi di Kabupaten Klaten. Jurnal Plano Buana, 3(2), 112–121.

Mustofa, U., Arif, R., & Zam, N. (2022). Analisis kerentanan sosial Kabupaten Penajam Paser Utara terhadap bencana kekeringan. Jurnal, 19(2), 65–70.

Nurdiantoro, D., & Arsandrie, Y. (2020). Dampak banjir rob terhadap permukiman di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Department of Architecture, Muhammadiyah Surakarta University.

Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 57 Tahun 2021 tentang Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021–2026 (2021).

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana (2012).

Priyono, K. D., & Lestari, F. E. (2017). Peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana erupsi Gunungapi Kelut melalui pariwisata bencana (disaster tourism) di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Urecol, 93–104.

Ramadhan, F., Banowati, E., & Hariyanto. (2019). Pengaruh rob terhadap perubahan pendapatan petani tambak di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Geo-Image, 8(1), 15–21.

Ruslanjari, D., Permana, R. S., & Wardhana, F. (2020). Kondisi kerentanan dan ketahanan masyarakat terhadap bencana tanah longsor di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(1), 23–34.

Siregar, Z. P., Mulia, A. P., & Hasibuan, G. C. R. (2023). Faktor kerentanan banjir rob Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Jurnal Syntax Admiration, 4, 1806–1821.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (2016). [https://peraturan.bpk.go.id/Details/37251/uu-no-8-tahun-2016]

Wandari, I. A. (2023). Kerentanan sosial ekonomi terhadap paparan bencana banjir di Desa Karang Anyar Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Universitas Lampung.

Downloads

Published

31-07-2024