Perencanaan Pengembangan Aset Fasilitas Terminal Tipe B Ciroyom Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv100102Keywords:
Pengembangan Aset, Fasilitas, TerminalAbstract
Terminal Ciroyom adalah aset sarana transportasi publik milik Pemerintah Kota Bandung yang diklasifikasikan sebagai terminal tipe B. Kondisi eksisting fasilitas di Terminal Ciroyom saat ini belum memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan, dengan berbagai kekurangan pada infrastruktur dasar, fasilitas utama, dan fasilitas pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana pengembangan aset fasilitas yang komprehensif untuk Terminal Ciroyom dan menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan untuk implementasinya. Metode perancangan yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan studi banding (benchmarking). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rencana pengembangan yang terperinci berdasarkan empat dimensi: Security and Safety, Information, Allied Facilities, dan Environment. Rencana ini mencakup pembangunan kembali fasilitas utama seperti tempat naik-turun penumpang dan toilet, serta pembangunan fasilitas baru seperti ruang tunggu, pos keamanan, jalur pejalan kaki, musala, dan ruang terbuka hijau. Total estimasi biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek ini pada tahun 2025 adalah sebesar Rp5.406.699.391, yang meliputi biaya pembongkaran, pembangunan, dan pengadaan.
References
Amadi-Echendu, J. E., Willett, R., Brown, K., Hope, T., Lee, J., Mathew, J., Vyas, N., & Yang, B.-S. (2010). What is engineering asset management? In J. E. Amadi-Echendu, K. Brown, R. Willett, J. Mathew, S. Hoang, & I. C. M. Smith (Eds.), Engineering asset management (pp. 3–16). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-84996-178-3_1
Campbell, J. D. (2011). Asset management excellence: Optimizing equipment life-cycle decisions. CRC Press.
Cassandro, J., Donatiello, M. G., Mirarchi, C., Zanchetta, C., & Pavan, A. (2023). Reliability of IFC classes in ontology definition and cost estimation of public procurement. Proceedings of the European Conference on Computing in Construction. https://doi.org/10.35490/EC3.2023.230
Datunsolang, R. A., Kindangen, J. I., & Rogi, O. H. S. (2020). Kajian penempatan titik-titik terminal tipe A, B, dan C di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Jurnal Spasial, 7(2).
Hastings, N. A. J. (2015). Physical asset management (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-319-14777-2
Iles, R. (2005). Public transport in developing countries. Elsevier Butterworth-Heinemann.
Othman, M. K. (2016). Cost estimation. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3734.0244
Permana, S., & Pontan, D. (2021). Evaluasi kinerja pelayanan Terminal Bus Tirtonadi di Kota Surakarta. Jurnal Transportasi, 8.
Prawoto, A. (2015). Teori dan praktek penilaian properti. BPFE.
Rodrigue, J.-P., Comtois, C., & Slack, B. (2020). The geography of transport systems (5th ed.). Routledge.
Siregar, D. D. (2004). Manajemen aset: Strategi penataan konsep pembangunan berkelanjutan secara nasional dalam konteks kepala daerah sebagai CEO's pada era globalisasi dan otonomi daerah. PT Gramedia Pustaka Utama.
Victoria Government, Department of Treasury and Finance. (1995). The asset management series: Part 2: Policies and practices.
Wahyuni, & Khoirudin, R. (2020). Pengantar manajemen aset (A. Prasetya & M. Alim, Eds.). CV Nas Media Pustaka.
Wahyuni, S., Renaldi, F., & Komarudin, A. (2017). Pembangunan sistem informasi perencanaan kebutuhan aset daerah pada Pemerintahan Kota Cimahi. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), 1–5.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shandita Aulia, Tiafahmi Angestiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
