Kebijakan Dalam Peningkatan Kelayakan Huni Permukiman Pesisir Kabupaten Pekalongan
DOI:
https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv10i01.06Keywords:
kelayakan huni, permukiman pesisir, banjir rob, relokasi adaptif, kebijakan publikAbstract
wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan merupakan kawasan dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim, terutama akibat kenaikan muka air laut (sea level rise), penurunan muka tanah (land subsidence), dan kejadian banjir rob yang semakin meluas dan permanen. Kondisi ini menyebabkan penurunan signifikan terhadap tingkat kelayakan huni permukiman wilayah pesisir. Penelitian Iniini disusun untuk memberikan landasan analitis dan rekomendasi strategis terkait penanganan penurunan kelayakan huni tersebut. Tujuan utama kajian ini adalah mengidentifikasi akar masalah, menilai tingkat kelayakan huni berdasarkan variabel multidimensi, serta merumuskan kebijakan adaptasi yang paling relevan dan berkelanjutan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diperkuat dengan Multi Criteria Decision Analysis(MCDA) berbasis Analytical Hierarchy Process(AHP). Melalui analisis MCDA terhadap empat alternatif kebijakanmitigasi in-situ, adaptasi struktural terbatas, pembangunan kembali berbasis komunitas, dan relokasi adaptifrekomendasi terbaik mengarah pada Relokasi Adaptif Berbasis Kawasan. Pendekatan ini dinilai paling efektif karena mampu menjawab kebutuhan jangka panjang, mengurangi risiko bencana, serta memperkuat tata kelola lingkungan dan ruang kawasan pesisir.
References
Agenda, New Urban. 2016. “Habitat III New Urban Agenda: Quito Declaration on Sustainable Cities and Human Settlements for All.” Habitat III Conference (October).
Asnawi, A, and Nuswantoro. 2021. “Kala Penurunan Tanah Picu Banjir Di Pantura Jawa.” MONGABAY.
Bernardi, Robby. 2022. “Permukaan Tanah Terus Turun, Kota Pekalongan Tenggelam Di 2035? Baca Artikel Detikjateng, ‘Permukaan Tanah Terus Turun, Kota Pekalongan Tenggelam Di 2035?’” DetikJateng.
Cicin-Sain, Biliana, and Stefano Belfiore. 2005. “Linking Marine Protected Areas to Integrated Coastal and Ocean Management: A Review of Theory and Practice.” Ocean and Coastal Management 48(11–12).
Cinelli, Marco, Stuart R. Coles, and Kerry Kirwan. 2014. “Analysis of the Potentials of Multi Criteria Decision Analysis Methods to Conduct Sustainability Assessment.” Ecological Indicators 46.
Dunn, William N. 2017. Public Policy Analysis: An Integrated Approach, Sixth Edition Public Policy Analysis: An Integrated Approach, Sixth Edition.
Griselda, Maria, Muhammad Helmi, Rikha Widiaratih, and Anindya Wirasatriya. 2021. “Mengkaji Area Genangan Banjir Pasang Terhadap Penggunaan Lahan Pesisir Tahun 2020 Menggunakan Metode Geospasial Di Kabupaten Pekalongan , Provinsi Jawa Tengah.” 03(03): 14–26.
IPCC. 2022. “Chapter 8: Poverty, Livelihoods and Sustainable Development.” Climate Change 2022: Impacts, Adaptation and Vulnerability.
Janur, Afif, Harintaka, and Argo Galih Suhadha. 2025. “Uneven Land Subsidence Patterns Along Java’s Northern Urban Corridor (Pantura Route) from 2.5D SBAS InSAR Approach.” Indonesian Journal on Geoscience 12(2).
Kharisma, Dina, Dina Auliya Kharisma, Landung Esariti, and Mardwi Rahdriawan. 2025. “TINGKAT KERENTANAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR ROB DI KAMPUNG TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG.” Jurnal Pengembangan Kota 13(1).
Mu’afa, A S, and M S P Nugroho. 2022. “Analisis Tipologi Hunian Pesisir Pantai Pada Permukiman Masyarakat Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.” Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah …: 95–103. https://proceedings.ums.ac.id/index.php/siar/article/view/981%0Ahttps://proceedings.ums.ac.id/index.php/siar/article/download/981/957.
Nurdiantoro, Danang, and Yayie Arsandrie. 2020. “Dampak Banjir Rob Terhadap Permukiman Di Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.” Prosiding SIAR: Seminar Ilmiah Arsitektur 8686: 286–95. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/12074/37.pdf?sequence=1.
Pamungkas, Aprilia Fitri, Widi Hari Nugroho, and Bachtiar Yudiana. 2024. “Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Pesisir Pekalongan Melalui Mitigasi Bencana Dan Pembangunan Berkelanjutan.” Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK 20(2).
Sari, Suzanna Ratih, Fadhil Muhammad, Muhammad Fariz Hilmy, and Djoko Indrosaptono. 2025. “Desain Hunian Adaptif Perubahan Iklim Di Pesisir Kota Pekalongan.” Jurnal Permukiman 20(1).
Sauda, Rida Hilyat, Arief Laila INugraha, and Hani’ah. 2019. “Kajian Pemetaan Kerentanan Banjir Rob Di Kabupaten Pekalongan.” Jurnal Geodesi Undip 8(1): 466–74.
Setiawan, Yulianto Adi, and Nugara Nugara. 2022. “KEBIJAKAN TRANSFORMATIF PENANGANAN RISIKO BANJIR DAN ROB DI KABUPATEN PEKALONGAN.” Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan 6(01).
Silitonga, Dedy Azhari, and Ruri Prihatini Lubis. 2024. “Studi Komparasi Penggunaan Dan Pemanfaatan Software Sistem Informasi Geografis (SIG) Dalam Analisis Penggunaan Lahan Dan Kesesuaian Lahan (Studi Kasus : Kawasan Perkotaan Dan Perdesaan).” Jurnal Teknovasi 11(2).
Syafitri, Annisa Widya, and Agus Rochani. 2021. “Analisis Penyebab Banjir Rob Di Kawasan Pesisir Studi Kasus : Jakarta Utara , Semarang Timur , Kabupaten Brebes , Pekalongan.” 1(1): 16–28.
Walker, Brian, and David Salt. 2012. Resilience Practice: Building Capacity to Absorb Disturbance and Maintain Function Resilience Practice: Building Capacity to Absorb Disturbance and Maintain Function.
Wang, Rusong, Feng Li, Dan Hu, and B. Larry Li. 2011. “Understanding Eco-Complexity: Social-Economic-Natural Complex Ecosystem Approach.” Ecological Complexity 8(1).
Wulandari, Fitri, and Ikaputra Ikaputra. 2023. “Pola Adaptasi Dalam Upaya Mencapai Resiliensi Pada Permukiman Tepian Sungai Di Kota Banjarmasin.” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota 19(2).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Aribowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
