Analisis Pengaruh Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) dan Health Belief Model (HBM) terhadap Kepatuhan Pengobatan serta Kualitas Hidup Pasien Penderita Penyakit TBC

Authors

  • Yulian Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
  • St Rahmatullah
  • Silvana Azizah

DOI:

https://doi.org/10.54687/jurnalkajenv9203.

Keywords:

kepatuhan, kualitas hidup, Tuberkulosis, Health belief model

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada April 2021, jumlah kasus TBC di Indonesia tercatat sebanyak 357.199 menurut SITB (Software System Information TB). TBC menjadi penyakit menular paling mematikan kedua di dunia setelah Covid-19 pada tahun 2021 dan berada di urutan ketiga belas sebagai penyebab utama kematian global. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang tahun 2023 menunjukkan 1.382 kasus TBC di seluruh puskesmas. Kepatuhan pengobatan menjadi tantangan utama dalam pengobatan TBC, yang juga dipengaruhi oleh kualitas hidup pasien. Reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) dapat menghentikan pengobatan, meningkatkan risiko resistensi, gagal pengobatan, penurunan kualitas hidup dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ROTD terhadap kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien TB berbasis Health Belief Model di Puskesmas Mulyoharjo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8, WHOQOL-BREEF dan Teori Health Belief Model, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. ROTD memiliki hubungan negatif dengan kepatuhan (-0,029) dan kualitas hidup (-5,313). Sementara itu, Health Belief Model memiliki hubungan positif dengan kepatuhan (0,409) dan kualitas hidup (0,409).

References

Azizi, N., Karimy, M., & Salahshour, V. N. (2018). Determinants of adherence to tuberculosis treatment in Iranian patients: Application of Health Belief Model. Journal of Infection in Developing Countries, 12(9), 706–711.

Cheong, K. C., et al. (2022). Gender differences in factors associated with the total delay in treatment of pulmonary tuberculosis patients: A cross-sectional study in Selangor, Malaysia. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(10), 1–15.

Chidambaram, V., Tun, N., Majella, M., Castillo, J., Ayeh, S., Kumar, A., Neupane, P., Sivakumar, R., Win, E., Abbey, E., Wang, S., Zimmerman, A., Blanck, J., Gupte, A., Wang, J., & Karakousis, P. (2021). Male sex is associated with worse microbiological and clinical outcomes following tuberculosis treatment: A retrospective cohort study, a systematic review of the literature, and meta-analysis. Clinical Infectious Diseases. https://doi.org/10.1093/cid/ciab527

Datta, S., Gilman, R., Montoya, R., Cruz, L., Valencia, T., Huff, D., Saunders, M., & Evans, C. (2020). Quality of life, tuberculosis and treatment outcome: A case–control and nested cohort study. European Respiratory Journal, 56. https://doi.org/10.1183/13993003.00495-2019

Gunawan, A. R. S., Simbolon, R. L., & Fauzia, D. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis paru di lima puskesmas se-Kota Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau, 4(2), 1–20. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFDOK/article/view/15495/15037

Kastien-Hilka, T., Rosenkranz, B., Schwenkglenks, M., Bennett, B., & Sinanovic, E. (2017). Association between health-related quality of life and medication adherence in pulmonary tuberculosis in South Africa. Frontiers in Pharmacology, 8. https://doi.org/10.3389/fphar.2017.00919

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Kepatuhan pengobatan pada TBC. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/637/kepatuhan-pengobatan-pada-tbc

Limenh, L., Kasahun, A., Sendekie, A., Seid, A., Mitku, M., Fenta, E., Melese, M., Workye, M., Simegn, W., & Ayenew, W. (2024). Tuberculosis treatment outcomes and associated factors among tuberculosis patients treated at healthcare facilities of Motta Town, Northwest Ethiopia: A five-year retrospective study. Scientific Reports, 14. https://doi.org/10.1038/s41598-024-58080-0

Martanty Aditya, M., Aftoni, M. H., & Ruth, F. (2021). Reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD) pada pasien rawat jalan penyakit ginjal kronis tahap akhir di komunitas pasien cuci darah Indonesia cabang Jawa Timur: Metode cross-sectional. BIMFI, 8(1), 1–12.

Peetluk, L., Ridolfi, F., Rebeiro, P., Liu, D., Rolla, V., & Sterling, T. (2021). Systematic review of prediction models for pulmonary tuberculosis treatment outcomes in adults. BMJ Open, 11. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2020-044687

Salsabilah, K. S., & Afriansya, R. (2024). Hubungan lingkungan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat terhadap kejadian TB paru di Kedungmundu Kota Semarang. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 6(2), 621–627.

Sipahutar. (2013). Evaluasi penggunaan obat antibiotik pada pasien tuberkulosis paru di instalasi rawat inap BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari–Desember 2010 [Skripsi, Universitas Sam Ratulangi].

Soeroto, A., Nurhayati, R., Purwiga, A., Lestari, B., Pratiwi, C., Santoso, P., Kulsum, I., Suryadinata, H., & Ferdian, F. (2022). Factors associated with treatment outcome of MDR/RR-TB patients treated with shorter injectable-based regimen in West Java, Indonesia. PLoS ONE, 17. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0263304

Sunarmi, & Kurniawaty. (2022). Hubungan karakteristik pasien TB paru dengan kejadian tuberkulosis. Jurnal ’Aisyiyah Medika, 7(2), 182–187.

Tola, H., Karimi, M., & Yekaninejad, M. S. (2017). Effects of sociodemographic characteristics and patients’ health beliefs on tuberculosis treatment adherence in Ethiopia: A structural equation modelling approach. Infectious Diseases of Poverty, 6. https://doi.org/10.1186/s40249-017-0380-5

World Health Organization. (2018). Global tuberculosis programme. https://www.who.int/teams/global-tuberculosis-programme/populations-comorbidities/gender

Wijasa, W. N., Suyatno, D., Barliana, M. I., & Pradipta, I. S. (2023). Rejimen bedaqualin, pretomanid, dan linezolid obat ganda. 27(3), 76–81.

Xu, C., Pang, Y., Li, R., Ruan, Y., Wang, L., Chen, M., & Zhang, H. (2018). Clinical outcome of multidrug-resistant tuberculosis patients receiving standardized second-line treatment regimen in China. Journal of Infection, 76(4), 348–353. https://doi.org/10.1016/j.jinf.2017.12.017

Downloads

Published

29-12-2025